Catatan Free Latihan

Plus Minus




Monday, 8 August 2016
Kita memiliki kekurangan. orang lain memiliki kelebihan. Sebaliknya, kita memiliki kelebihan dan orang lain memiliki kekurangan.

Siapakah manusia paling sempurna? Siapakah manusia paling tidak sempurna? tidak ada. Semua manusia tercipta dan dilahirkan sama dengan nilai plus minus. Ada kekurangan dan ada kelebihan. 

Lalu apa yang menjadi kendala pada diri kita sehingga harus terus menilai keburukan orang lain, membanggakan kelebihan orang lain. Sebab, sebaik apapun kelebihan orang lain tetap saja ada kekurangannya. Begitu juga, seburuk apapun kelemahan orang lain tetap saja ada kelebihan dyang mereka miliki tidak kita miliki.

Plus Minus pada manusia merupakan balancing dalam dunia ini. Kita sering lupa jika kita tak pernah bisa hidup tanpa bantuan orang lain, tak bisa memiliki pekerjaan jika tak ada orang lain. Bagaimana bisa kita menjadi seorang guru, dosen atau profesor jika tidak ada orang yang belajar. Pengajar menjadi sosok tak berarti jika tidak ada orang yang belajar, seperti murid di sekolah, mahasiswa di perguruan tinggi. Mereka ada orang yang membantu seseorang menjadi pengajar hingga bisa ke luar negeri untuk meraih gelar doktoral.

Aparat keamanan, seperti polisi, justru semakin tidak berarti jika tidak ada "minus" dalam kehidupan. Bagaimana bisa ada polisi jika tidak ada "kekurangan" yang terjadi dalam masyarakat. Polisi tidak memiliki arti bahkan bisa jadi dihapus jika tidak ada orang yang berbuat jahat. 

Inilah keseimbangan plus minus.Sayangnya, kita masih saja lupa dan melupakan hakikat ini. Lihatlah, betapa banyak anak-anak kreatif di negeri ini yang harus berjuang seorang diri. Karena kondisi, akhirnya mereka "jatuh" dan hidup dalam ketidakpastian. Ada juga yang mampu bangkit tapi setelah mengorban segala-galanya.

Berapa banyak orang di negeri ini yang memiliki kelebihan harta. Tapi semua itu hanya disimpan di rekening Bank, di tumpuk dengan menambah bangunan, tanah dan lain-lain. (Jika di pikir-pikir, saat dirinya mati justru kekayaan yang dikumpulkan itu tidak lagi menjadi miliknya bahkan bisa segera habis).

Keseimbangan dunia dirusak oleh tangan kita sendiri hingga lahirlah pengangguran, kekerasan, kejahatan dan berbagai penyakit masyarakat. Kita membenci kejahatan dalam masyarakat, namun tanpa sadar kita sendiri yang membentuknya. 

Kejahatan masyarakat selalu dipandang nilai minus tanpa pernah kita mencari penyebab mengapa semua itu terjadi. Seandainya tidak ada orang jahat bagaimana mungkin ada label orang baik?
Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

 

Community Blog

Serba Gratis | Pelatihan Menulis | Wallpaper | Tutorial | Link | Catatan

Copyright © 2010-2014 • Free Latihan • All rights reserved