Catatan Free Latihan

Mengingat Kematian




Monday, 22 August 2016
Sedikit mengingat tentang kematian. kesibukan kita di dunia ini dalam menjalani hidup, mengejar mimpi dan tujuan sering sekali membuat kita lupa bahwa kita juga akan mengalami kematian. Pasti dan pasti. Tak ada alasan yang dapat menghalangi kita dari kematian.

Kematian sering kali hadir di saat yang tidak kita sangka-sangka. Bisa saja terjatuh dari kamar mandi, terjatuh dari tangga, saat mengendarai kendaraan -bahkan walaupun kita sudah menggunakan pengaman, mengikuti rambu dan tidak mengebut tetap saja kematian bisa datang dari pengendara yang lain-. Kematian juga bisa disebabkan oleh batu, air, angin, makanan bahkan oleh benda kecil yang masuk ke telinga. Kematian datang dengan caranya sendiri dalam waktu yang tidak pernah kita terbersit dalam pikiran kita.

Untuk apa semua kehidupan ini yang kita kejar dengan pontang-panting, bekerja siang malam untuk mengumpulkan uang dan menumpuknya di dalam rekening bank. Membiarkan diri jauh dari keluarga hingga waktu istirahat pun tak lagi terjaga. Kesibukan itu juga membuat kita lupa pada orang-orang disekeliling kita. Pada tetangga, pada fakir miskin yang butuh bantuan dan pertolongan, pada orang-orang di sekeliling kita yang nyaris tidak kita pedulikan. 

Sekeras apapun yang kita kerjakan untuk dunia ia tetap saja kematian telah menunggu kita. 

Tulisan ini bukan untuk membuat kita malas dan takut pada kematian. Melainkan untuk mempersiapkan segalanya. Bukankah kita mencari kebahagiaan dalam hidup ini, baik semasa hidup maupun mati? Tapi mengapa pada kenyataannya kita justru membuat diri kita sendiri susah. Susah jika tidak kaya, susah jika tidak punya mobil. Kita bahkan lebih menyukai kesombongan yang ada dalam hati kita. 

Coba kita membayangkan apa yang terjadi pada orang tua kita sendiri ketika meninggal dunia, berapa lamakah kita bersedih, berapa lamakah kita tetap terus mengingatnya, berapa lama kita bisa terus berdo'a untuk keduanya, semuanya hanya bertahan hanya dalam bilangan hari. Semua hartanya pun kita "rampas" dengan sepuas-puasnya.

Nah, kita bayangkan secara terbalik. Bukankah saat kita mati kelak, kejadiannya juga sama. Orang-orang terdekat kita hanya sedih mengingat kita sesaat, setelah itu mereka lupa pada diri kita yang sudah mati. Mereka akan disibukkan dengan aktivitas masing-masing. 

Takutnya, kematian kita justru yang ditunggu-tunggu oleh orang lain. Sebab, kematian kita akan meninggalkan harta yang banyak, atau kematian kita digunakan untuk mengambil alih jabatan yang pernah kita pegang, atau kematian kita adalah sebuah berkah bagi mereka yang terzalimi karena kesombongan kita, karena tangan kita, karena kezaliman kita yang tidak pernah kita sadari. Atau kehadiran kita di dunia ini, ada atau tidak sama saja bagi mereka.

#Kehidupan Ibarat Latihan dan Ilmu Sebagai Pendukungnya
Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

 

Community Blog

Serba Gratis | Pelatihan Menulis | Wallpaper | Tutorial | Link | Catatan

Copyright © 2010-2014 • Free Latihan • All rights reserved