Catatan Free Latihan

Menyimpan Kebaikan (Amal Ibadah)




Tuesday, 15 September 2015
Dunia maya saat ini, benar-benar telah membawa kita pada sebuah frame hidup yang berbeda. Kita dapat berbagi apapun yang kita miliki, apa yang kita rasakan, apa yang kita alami. Semuanya akan meluncur tajam di dunia maya. Baik facebook, blog, twitter, instagram dan sosial media lainnya.

Saking ramainya pengguna yang berinteraksi, banyaknya waktu yang digunakan untuk berinteraksi, terkadang, kita kehabisan bahan untuk berbagi cerita. Kita pun lupa untuk menyembunyikan hal-hal penting yang seharusnya hanya diri kita yang mengetahuinya.

Banyak dari kita kebablasan menceritakan kebaikan, amal ibadah kita. Mengabarkan sedekah yang kita berikan pada orang lain --tanpa sadar kita telah menyebarluaskan kebaikan kita kepada seluruh orang-- baik yang kita kenal maupun yang tidak.

Sifat utama manusia, selalu bangga pada kebaikan diri sendiri dan senang dengan kejelekan (keburukan) orang lain. Kita tidak pernah mampu untuk tidak menceritakan kembali kejelekan orang lain yang kita dengar. Begitu juga sebaliknya, kita tidak pernah mampu untuk tidak menceritakan kebaikan diri sendiri pada orang lain.

Walau banyak alasan menceritakan kebaikan kepada orang lain dengan tujuan : Memancing orang lain melakukan hal yang sama, memancing pembaca juga ikut beramal, dll. Tapi kita lupa, bahwa kita sudha terjebak pada diri sendiri. Terjebak apakah amal itu menjadi bermanfaat atau tidak. Kita lupa, ada banyak bantuan yang kita berikan justru memberi mudharat kepada orang lain. Kita lupa, tidak semua orang membutuhkan bantuan yang kita berikan. 

Satu pertanyaan yang sulit untuk kita jawab. Mengapa kita, manusia, tidak mampu menyembunyikan amal kebaikan kita sebagaimana kita menyembunyikan kejelekan (keburukan) yang telah kita buat. 


Kita, berusaha sekuat tenaga menutup aib kita dengan memberi berbagai argumen, alasan demi pembenaran. Bahkan, banyak kejahatan yang kita lakukan tanpa sepengetahuan orang lain, akan kita tutup rapat-rapat. 

Kita lupa, kadangkala, kebaikan dan kejahatan, akan menjadi sangat tipis perbedaannya ketika kita telah menyampaikannya kepada orang lain secara berulang-ulang. Dibicarakan secara berulang-ulang. 


Hanya kita sendiri yang dapat menjawabnya. Pilihan tetap pada masing-masing personal. Tetap mengabarkan semua amal/kebaikan kepada khalayak atau menyembunyikannya agar hanya dirinya dan Tuhannya yang tahu. 

Beranikah kita menyembunyikan kebaikan sebagaimana kita menyembunyikan kejahakan yang telah kita buat?
Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

 

Community Blog

Serba Gratis | Pelatihan Menulis | Wallpaper | Tutorial | Link | Catatan

Copyright © 2010-2014 • Free Latihan • All rights reserved