Catatan Free Latihan

Dunia Kita Dunia Jahil




Saturday, 30 May 2015

Kian hari, kehidupan umat manusia semakin penuh tanda tanya. Berbagai fenomena yang telah terjadi selama ini di berbagai belahan dunia sebagai gambarannya. Mulai dari korupsi, kriminalitas, pembunuhan dan kejahatan lainnya hanyalah sebagian kecil gambaran tersebut. Sebuah keadaan yang sulit untuk dihilangkan dari muka bumi.

Masalahnya, bukan hanya orang dewasa, berbagai aksi negatif itu justru sudah banyak dilakukan oleh anak-anak di bawah umur. Ada sebuah perubahan besar. Bahkan, perubahan tersebut tidak mampu kita bendung, termasuk para orang tua.

Dunia kita sekarang, sebenarnya, tanpa kita sadari sudah dipenuhi kejahilan. Perbuatan, kata-kata yang keluar dari mulut, banyak dilakukan sesuka hati tanpa memikirkan akibatnya. Alannya, iseng, bercanda dan lain-lain. Namun tanpa kita sadari kejahilan dari sikap iseng itulah telah membentuk sebuah kondisi yang sangat rumit.

Contoh-contoh kejahilan itu sebenarnya tidak jauh dari kita. Lihat saja, berapa banyak serial kartun yang menonjol perbuatan jahil. Bahkan, sebagian besarnya justru secara vulgar memperlihatkan kejahilan. Bahkan apa yang tidak pernah terlintas dalam pikiran kita, justru ada di dalam serial kartun.

Jika tidak percaya, lihat saja Masha And The Bear, Dong Dong, Bernard Bear, Tom and Jerry dan Larva. Apa yang diperlihatkan bahkan bisa dibilang sangat jorok dan tidak etis tapi kita sebagai penonton, justru menyukainya dan menunggu episode-episode selanjutnya.

Tidak terkecuali Ipin Upin. Animasi dari negeri Malaysia ini, pada awal-awalnya sangat bagus dan mendidik. Tapi, pernahkah kita mengamati lebih dalam pada episode yang sekarang ini. Nyaris tidak jauh berbeda. Kejahilan-kejahilan anak-anak terus menerus diperlihatkan. Tidak jauh berbeda dengan serial kartun dari negeri-negeri barat.

Bukan hanya kita. Anak-anak batita dan balita pun sangat menyukai animasi-animasi konyol tersebut. Anak-anak dapat mengerti dan memahami setiap maksud yang ditampilkan dalam kartun tersebut. Walau belum bisa membaca teks, belum mampu berbicara sempurna, namun anak-anak kita mengerti. Karena, dunia anak-anak memiliki bahasa sendiri. Jadi jangan heran, setiap anak kecil yang menonton jenis kartun-kartun yang saya sebutkan diatas, mereka terlihat sangat nyaman dan khusyu, bahkan tertawa terbahak-bahak saat kekonyolan terjadi.

Parahnya, kita sebagai orangtua, kadangkala senang melihat itu. Bahkan dengan sengaja nonton "bareng". Tidak salah, memang. Tapi pernahkah kita melihat efeks jangka panjang dari semua kejahilan yang di lihat di layar tivi tersebut?

Dunia anak adalah duani pengenalan akan segala sesuatu. Apa yang dilihat, dirasakan, dilakukan, akan terus terekam dalam pikirannya.

Akhirnya, kita pun melihat langsung berbagai kejahilan di dalam tivi dalam rumah kita sendiri. Tidak percaya? coba lihat kondisi anak-anak saat ini. Sikap mereka benar-benar sangat jauh dari apa yang kita harapkan. Kenakalan, kejahilan terus menerus dilakukan. Rasa hormat terhadap orangtua sendiri bahkan sudah begitu tidak jelas.

Anak-anak sudah berani membentak orangtua sendiri, memaki orang-orang dewasa, menghujat teman-temannya, mengeluarkan kata-kata kotor. Semuanya tergambar jelas tanpa bisa di kontrol. Kondisi ini sangat nyata tapi kita semua masih menutup mata dan hanya segelintir orang yang mengelus dada, tanpa mampu berbuat apa-apa.

Efek kejahilan-kejahilan itu pun tidak hanya kita lihat di dalam rumah. Anak-anak, sudah berani berbuat kriminal. Anak Sekolah Dasar sudah biasa mencuri, memalak, ngelem, berhubungan seks, dan berbagai aksi berbahaya lainnya. Bahkan, tidak sedikit kita lihat dan baca, anak-anak pun sudah berani mengambil jalan pintas untuk bunuh diri.

Ada sebuah pertanyaan mendasar. Mengapa animasi dalam bentuk serial itu memiliki konten yang jauh berbeda dengan film-film animasi yang menjadi box office? Dan mengapa kita tidak memilih film-film animasi yang  telah diputar di layar bioskop.

Pertanyaan kedua, dimanakah posisi kita saat ini? Jawabannya, kita hanya diam. Kita hanya bisa menyalahkan dan terus menyalahkan orang lain tanpa mengambil sebuah perubahan. Paling parah, ketika ada segelintir orang yang mencoba untuk bergerak dan melakukan perubahan, justru bukan bantuan yang yang di dapat, melakukan tudingan-tudingan miring. Tanpa sadar, kita pun semakin jahil.

Kita sengaja berbuat jahil terhadap orang lain. Dan kita lupa, kejahilan-kejahilan itulah terkadang berakhir dengan tindakan kriminalitas.


2 comments:

 

Community Blog

Serba Gratis | Pelatihan Menulis | Wallpaper | Tutorial | Link | Catatan

Copyright © 2010-2014 • Free Latihan • All rights reserved