Catatan Free Latihan

Mengapa Kita Masih Takut?




Tuesday, 3 June 2014
Takut, sebuah kondisi yang sering dialami oleh manusia. Ketakutan yang berlebihan, terkadang membuat manusia tidak lagi mampu berfikir rasional. Hidup seperti dikejar oleh rasa takut walau pada kenyataannya ketakutan itu hanya sebuah ilusi karena lemahnya jiwa (ruh). AKhirnya, tidak sedikit ketakutan itu telah membawanya pada kematian. 

Paling sering, manusia takut pada kematian, kemiskinan, kesusahan, takut kalah serta takut dipermalukan di depan umum, dan lain-lain. Tapi, manusia tidak pernah takut saat bahagia, saat kaya, saat kenyang bahkan saat berfoya-foya. 
takut pada agama
Ketakutan yang Berlebihan Sering Berakhir dengan Kematian

Pertanyaannya, mengapa kita masih takut jika kita benar-benar sudah menjalani hidup dengan baik? atau, mengapa kita mesti takut dengan masa lalu sedangkan kita sudah bertaubat untuk tidak mengulang kesalahan? atau, mengapa kita takut miskin sedangkan kita hidup selalu berbagi kepada siapa saja? atau, mengapa kita takut pada kematian? padahal kematian itu pasti dan pasti akan menghampiri kita. Suka tak suka, senang tak senang. Hanya waktu saja yang membedakannya.

Mengapa kita takut? 

Jawabannya karena kita tidak pernah yakin kepada Tuhan kita. Padahal, sebagian besar manusia ini memiliki agama dan Tuhan. Memiliki ajaran dan perintah. Memiliki aturan yang harus dijalani. Setiap agama telah menjanjikan "surga" bagi setiap hambanya yang menjalani perintah dengan baik. 

Apakah Islam, Kristen, Hindu, Yahudi, Budha dan berbagai jenis agama lainnya di dunia ini, semuanya memiliki Tuhan dan telah mengatur kehidupan pengikutnya. Untuk selalu berbuat kebaikan, berlaku adil, amanah, dan menghindari kemungkaran. 

Pertanyaannya, mengapa kita masih takut? Sedangkan kita percaya dengan agama dan yakin akan Tuhan dengan segala aturan dan perintahnya. Dan percaya bahwa setiap kebaikan dan keburukan, memiliki balasan yang setimpal.

Mengapa kita masih takut? 

Jawabannya, karena kita tidak pernah percaya pada agama kita. Tidak pernah meyakini Tuhan kita. Masih menganggap enteng dengan segala aturan yang telah dibuat-Nya. Dan kita, hanya mengingat Tuhan dan agama saat hidup kita telah kepepet dalam kesusahan, telah terjepit antara hidup dan mati. 

Akhirnya, Tuhan dan agama, tak lebih hanya sebagai pelampiasan hawa nafsu. Bukan bagian dari kehidupan dan menjadi kebutuhan hakiki sebagai hamba kepada tuhannya. Maka, tidak mengherankan, hidup pun penuh rasa takut yang akhirnya membuat manusia lainnya ketakutan. 

Rasa takut akan miskin membuat manusia congkak dan korupsi. Takut hilang jabatan, membuat manusia berbuat anarkis demi mempertahankan posisi jabatan. dan semua itu, mereka kerap melangkahi Tuhan dan melupakan agama, dan mereka tidak hanya membunuh diri sendiri atas ketakutannya, melainkan juga orang lain yang tidak bersalah.


Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

 

Community Blog

Serba Gratis | Pelatihan Menulis | Wallpaper | Tutorial | Link | Catatan

Copyright © 2010-2014 • Free Latihan • All rights reserved