Catatan Free Latihan

Kapan Percaya Diri Hadir?




Sunday, 15 June 2014
membangkitkan kepercayaan diri
Belajar Percaya Diri
Mengapa banyak orang tidak percaya diri. Jelas, kepercayaan diri itu tidak mudah didapat dan tak akan didapat secara instan.

Satu hal yang harus dicermati, percaya tidak tidak sama dengan cuek. Percaya diri adalah sikap yakin dan menempatkannya pada tempat yang benar. Sedangkan cuek merupakan sikap masa bodoh dan tidak peduli pada ocehan orang, di mana saja dan kapan saja.

Bukti percaya diri adalah keyakinan atas kemampuan yang kita miliki. Yaitu saat mengikuti sebuah ajang perlombaan. Bagaimana mungkin seseorang bisa percaya diri dan yakin menang saat mengikuti lomba pidato, sedangkan dia tidak pernah belajar pidato melainkan belajar badminton setiap harinya. Tempat yang salah membuat kita tidak percaya diri untuk menang. Jika memaksakan keyakinan untuk menang, adalah tindakan konyol. Karena Allah itu Maha Adil.

Bagaimana kita yakin bisa mengangkat beban 200 kg sedangkan kita tidak pernah mengangkat beban seberat 100 kg?

Namun, jika seorang atlit badminton yang setiap harinya berlatih badminton, walau tidak menang, namun dia percaya diri untuk mengikuti sebuah perlombaan badminton. Masalah menang dan kalah adalah masalah kematangan dan pengalaman. Dan rasa percaya diri menghadapi lawan merupakan kunci.

Jadi jangan heran bila sebelum pertandingan, terkadang kita sering melihat seorang atlit yang sesumbar akan memenangi pertandingan. Jelas saja, umumnya, yang berkata demikian adalah atlit-atlit yang sudah berpengalaman. Dan dia hanya berani mengatakan itu ketika melihat lawannya yang berada setingkat dibawahnya. Namun, jika lawan yang dihadapinya lebih tinggi, umumnya mereka tidak sesumbar melainkan mengatakan: “Kita lihat saja nanti di lapangan.” Atau : “Setiap pertandingan ada unsur keberuntungan”. Atau: “Kita akan berusaha memberikan yang terbaik”. Atau “Bola itu bundar, dan kita tidak tahu apa yang terjadi di lapangan kelak”.

Lihat saja, seorang atlit marathon yang hanya juara level Asia, tentu akan mengerti saat berhadapan langsung dengan juara level dunia. Pengalaman dan jam terbang membuat perbedaan tingkat yakin. Keyakinan atlit tingkat Asia pasti berbeda dengan keyakinan Atlit tingkat dunia. Karena, atlit tingkat dunia pasti sudah lebih banyak menghadapi lawan-lawan tangguh dari berbagai belahan dunia di banding atlit tingkat Asia yang hanya sering melawan atlit-atlit di seluruh Asia.


Rasa percaya diri, sebuah sikap yakin dan menempatkannya pada tempat yang benar. Dan semuanya butuh proses untuk mencapai tingkat yakin tersebut.
Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

 

Community Blog

Serba Gratis | Pelatihan Menulis | Wallpaper | Tutorial | Link | Catatan

Copyright © 2010-2014 • Free Latihan • All rights reserved