Catatan Free Latihan

Bunuh Diri Juga Butuh Perencanaan (Proses)




Wednesday, 18 June 2014

Boleh percaya boleh tidak. Bunuh diri juga butuh perencanaan matang. Hal-hal besar di muka bumi ini, baik kebaikan maupun kejahatan, dibutuhkan perencanaan. Jika tidak ada perencanaan semuanya akan berakhir dengan kegagalan. Dan bunuh diri merupakan salah satu hal besar yang dilakukan manusia.

Mau bukti? Menikah, seluruh proses dilakukan dengan perencanaan. Pasangan yang hendak menikah bahkan berhari-hari memikirkan untuk siap menuju pernikahan. Tidak ada yang terjadi secara tiba-tiba.

Ketika hendak berbuat kejahatan, melakukan pencurian, misalnya. Juga dibutuhkan perencanaan. Aksi kejahatan nyaris 99 persen berhasil karena perencanaan yang matang. Tidak ada kejahatan terjadi secara tiba-tiba. Pencuri, pasti ia sudah merencanakan target, tempat atau lokasi hingga berapa hasil rampasan yang akan dibawa pulang. Dia pasti sudah melihat atau mengamati berkali-kali lokasi yang diincar.

Spontanitas hanya dapat dilakukan oleh profesional. Yaitu seseorang yang sudah terbiasa dan mahir karena melakukannya merulang kali. Sedangkan bunuh diri tidak bisa dilakukan berulangkali.

Bunuh diri bukanlah perkara mudah. Allah telah menyiasati saat tubuh manusia dibentuk dengan segala kekuatannya. Urat di leher telah dilindungi dengan otot-otot keras dan sulit di sayat apalagi di potong. Begitu juga urat nadi di pergelangan tangan. Bahkan butuh waktu berhari-hari untuk menemukan dan meyakini bahwa itu adalah urat nadi.

Keberanian timbul karena keyakinan. Keyakinan ada karena telah berkali-kali mencoba secara perlahan. Keberanian merampok karena yakin berhasil. Keyakinan berhasil karena sudah direncanakan sebaik-baiknya dengan sebab akibat yang akan timbul.

Satu sisi, manusia diberkahi akal dan pikiran. Akal dan pikiran bekerja sesuai perintah otak. Begitu pula saat bunuh diri. Karena sudah berkali-kali di uji coba (pra bunuh diri) akhirnya timbul keyakinan bahwa bunuh diri itu tidak sakit. Jika pun sakit hanya sesaat.

Terakadang kita sering berfikir, mengapa orang yang selama ini kita lihat baik-baik saja justru berani mencuri atau bunuh diri. Jawabannya karena memang semua itu sudah direncanakan dengan matang.

Ada seorang siswa bunuh diri setelah gagal lulus ujian. Dia bunuh diri bukan seketika setelah melihat hasil pengumuman. Melainkan ia sudah tertekan berhari-hari. Rasa tertekan karena malu, takut membuat dirinya melakukan perencanaan.

Tidak ada satu pun pencuri di muka ini dilakukan secara spontanitas. Karena, manusia ada akal dan pikiran serta naluri takut. Takut tertangkap, takut malu dan takut jenis lainnya. Seperti sebuah pepatah, kejahatan itu terjadi karena ada kesempatan. Nah, kesempatan inilah yang dicari untuk melakukan aksi kejahatan seperti bunuh diri.

Walau tuhan telah melindungi tubuh dengan urat dan otot-otot yang kuat untuk melindungi tubuh, karena kekuatan tekad dan keyakinan, akhirnya, jangankan otot, beton keras pun dapat hancur. Karena, kekuatan itu datang dari keyakinan dalam diri.

Banyak orang bunuh diri dari atas gedung tinggi, padahal dia takut pada ketinggian. Dia berani karena sudah memiliki keyakinan yang sangat kuat sehingga lupa dengan rasa takut dan sakit.

Saat terjun, kondisi masih sama. Namun, ketika tubuh hendak berbentur tanah, kesadaran pun timbul. Namun semua sudah terlambat. Saat gantung diri, semua masih yakin tidak sakit. Ketika darah tak lagi mengaliri jantung dan tak mampu menuju otak, ketakutan sesungguhnya pun hadir. Namun sudah terlambat, organ-organ vital yang telah Allah lindungi jebol dan tak terselamatkan.

Jika tidak percaya, tanyakan kepada orang-orang yang terselamatkan dari aksi bunuh diri. Apakah mereka melakukan bunuh diri secara spontanitas atau sudah direncanakan? Umumnya, yang spontanitas, menemui kegagalan karena merasa sakit.

Begitu pula hidup. Akan banyak rintangan dalam perjalanannya. Bahkan berkali-kali harus merombak planning agar lebih terarah. Semua butuh proses. Banyak manusia tidak siap menghadapi proses kekalahan. Padahal, semakin banyak mengalami kegagalan, semakin kuat pula dirinya menjalani kehidupan ini. Bunuh diri juga butuh proses yang panjang.

Bagaimana untuk menghindarkan hal ini terjadi? baca artikel berikut: Kita Hanya Bisa Menilai



2 comments:

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  2. Entah mengapa aku kurang sependapat dengan postingan ini.

    ReplyDelete

 

Community Blog

Serba Gratis | Pelatihan Menulis | Wallpaper | Tutorial | Link | Catatan

Copyright © 2010-2014 • Free Latihan • All rights reserved