Catatan Free Latihan

Tanggung Jawab Sama tapi Peran Berbeda




Wednesday, 23 April 2014
Pernah kita berpikir, sesungguhnya, kita memiliki tanggungjawab yang sama tapi peran yang berbeda di dunia ini. Semua saling terikat dan berkaitan. Tak ada yang lebih dan tak ada yang kurang.

Masih ingat judul lagu "Panggung Sandiwara" yang di populerkan oleh Gong 2000? setiap makna dalam syair lagu itu jelas menggambarkan bahwa kita memiliki peran masing-masing. Ilmuan berperan untuk menghasilkan penemuan-penemuan yang bermanfaat dalma kehidupan. Petani berperan dalam menjaga kebutuhan pangan. Guru berperan dalam mendidik generasi. Aparat keamanan berperan menjaga stabilitas negara. 

Semua kita memiliki peran sesuai potensi masing-masing yang diberikan Tuhan. Potensi itu menjadi "tanggung jawab" setiap individu yang hidup untuk melaksanakannya. Jika tidak, akan terjadi ketidakseimbangan (balancing). 

Kita sering melihat, banyak guru yang tidak "fokus" menjalankan tanggungjawab, tak heran bila kita disuguhi ketimpangan pendidikan. Antara kota dan pedesaan-pedalaman, nyaris ketimpangan yang terjadi sangat besar. Banyak guru ogah mengajar di daerah pedalaman dengan alasan yang tidak masuk akal. Padahal, dirinya sudah memilih jalan hidup sebagai guru-pendidik generasi bangsa.

Kita sering melihat keterlibatan aparat (Baik polisi, TNI maupun sejenisnya) yang terlibat aksi kejahatan. Aparat yang bertanggungjawab menjaga stabilitas keamanan justru menjadi pelaku kejahatan, sungguh kondisi yang sangat kontradiktif dengan tugas dan tanggungjawabnya. Ia mengabaikan semua hal pada "peran" yang dimainkannya. 

Begitu juga hakim yang seharusnya memberi keadilan secara seimbang, sering sekali justru menjadi biang "kerusakan" dan melupakan perannya sebagai hakim. 

Mengapa semua ini terjadi dalam kehidupan? Tidak lain, karena kita lupa dengan peran kita masing-masing. Kita lebih disibukkan dengan "peran" orang lain. Selalu melihat dan menilai kekurangan peran dan tanggungjawab orang lain. Tidak jarang, bahkan, kita terlalu "ikut" campur urusan dan tugas orang lain. Sehingga lupa pada peran dan tanggungjawab diri sendiri. 

Tujuan manusia ke bumi
Kita Memiliki Peran dan Tanggungjawab
Akhirnya, kita menilai dan menjalani kehidupan dengan kacamata sendiri. Benar menurut pandangan sendiri, salah menurut pandangan sendiri. Tidak pernah mau mendengar dna melihat, "tanggungjawab dan peran mereka" masing-masing.

Kita menginginkan kehidupan berjalan baik dna seimbang, sedangkan kita tak siap menyeimbangkan tanggungjawab dna peran kita di dunia. Padahal setiap kita --manusia-- memiliki potensi luar biasa jika bisa fokus pada perannya. 

Hal terkecil dan paling mudah kita lakukan saat ini, mengenal diri kita, apa peran kita dan apa tanggungjawab kita dalam kehidupan ini. Karena, hidup tak semata beribadah kepada Tuhan Sang pencipta langit dan Bumi. Tapi hidup adalah, sebuah "panggung sandiwara" untuk persiapan kita sesudah kematian.

Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

 

Community Blog

Serba Gratis | Pelatihan Menulis | Wallpaper | Tutorial | Link | Catatan

Copyright © 2010-2014 • Free Latihan • All rights reserved