Catatan Free Latihan

Menjaga Konsistensi




Tuesday, 15 April 2014
komitmen dan konsisten
Komitmen dan konsisten
Menjaga Kosistensi ibarat memegang bara api, menyakitkan dan melelahkan. Kita -terkadang- jatuh saat hendak menjaga konsistensi, baik dalam karir, bisnis, maupun kehidupan. 

Kerap, kekalahan dan kegagalan, terjadi karena kita tak mampu konsisten, tak mampu menjaga kesinambungan yang berkelanjutan. Hal ini tidak lain karena kita memiliki nafsu. Nafsu untuk segera mencapai puncak hinga melupakan proses. Setangguh apapun jika kita membiarkan nafsu menjadi raja, maka kita akan jatuh. Begitu pula saat angin (cobaan) datang menerpa, kita pun tersungkur. 

Banyak contoh yang bisa kita lihat dalam hidup. Walau kita memiliki kemampuan, jika kita tak konsisten, tidak menjamin kita untuk terus mampu "berjalan". Sebaliknya, dengan kemampuan alakadarnya, jika kita mengikuti proses dan menjaga konsistensi, tidak mustahil kitalah menjadi pemenangnya.

Contohnya paling mudah adalah pada ajang kontes menyanyi. Kita bisa melihat, berapa banyak peserta yang memiliki kemampuan menyanyi, tekhnik yang bagus, pronoun bahasa yang baik, penghayatan yang sempurna, namun semuanya menjadi blunder karena tidak konsisten setiap minggunya di depan juri. 

Benar, jika kontes menyanyi lebih "terikat" pada poling sms. Tapi jangan lupa, Tuhan Itu Maha Adil. Berapa banyak dari pemenang "poling" justru tak lagi terdengar namanya dibanding peserta yang tidak menang?

Jelas, walau kita tak memenangi kontes menyanyi karena kalah poling, kita akan tetap berjaya di luar kontes bila kita tetap konsisten menjaga suara, berlatih, belajar dan tetap Menjaga Mimpi agar tidak melayang. 

Ketika kita telah memilih jalan hidup, mau tidak mau kita harus komitmen menjalaninya. Menjaganya agar tetap berjalan, apapun alasannya. Mau sakit, kek. Mau laper, kek. Mau ngantuk, kek. Kita tetap komitmen dan (harus) menjalaninya. Karena hidup bukan untuk main-main. Istilahnya, jika sudah memilih berjalan ya jalan, jangan tidur.

Sebagaimana yang telah ditunjukkan Rasulullah saw. Walau dicaci maki, di lempar kotoran, disakiti (bahkan sahabatnya di bunuh), Namun, Rasulullah tetap bersabar dan konsisten berdakwah. Komitmen Rasulullah agar agama Islam menyebar ke seluruh dunia merupakan tujuan yang harus tetap dilaksanakan. Dan inilah konsekuen yang tetap dijalankan Rasulullah, apapun rintangannya.

Dan akhirnya kita pun akan merasakan langsung tindakan dari Komitmen, Konsisten dan Konsekuen. Tiga kata yang saling terikat satu sama lainnya. 

Bersambung...



Comments
0 Comments
 

Community Blog

Serba Gratis | Pelatihan Menulis | Wallpaper | Tutorial | Link | Catatan

Copyright © 2010-2014 • Free Latihan • All rights reserved