Catatan Free Latihan

Semua Kita Memiliki Peluang yang Sama




Saturday, 8 March 2014
kesempatan semua manusia
Peluang dan Kesempatan
Peluang atau Kesempatan, merupakan bagian dalam proses hidup. Tidak ada yang kurang dan tidak ada yang lebih. Sama besar dan sama kecil. Setiap manusia pun memiliki dan diberikan kesempatan yang sama oleh Tuhan.

Kesempatan untuk bekerja dan memilih pekerjaan yang kita inginkan. Kesempatan untuk mencintai dan dicintai, kesempatan untuk memilih dan dipilih, dan lain-lain.

Setiap peluang atau kesempatan selalu ada dan hadir dalam kehidupan kita. Tidak lebih dan tidak kurang antara setiap manusia. Karena, dalam hidup, ada balancing power (keseimbangan). Ibarat lautan dan daratan, manusia-hewan-tumbuhan, semuanya saling berkaitan satu sama lainnya.

Nah, jika semua kita memiliki peluang dan kesempatan yang sama, mengapa pula kita harus takut menjalani hidup? mengapa kita tidak mencoba sesuatu untuk belajar? Mengapa kita tidak mengambil peran di dunia ini? 

Setiap manusia memiliki perannya masing-masing di dunia melalui potensi. Penulis, orator, peneliti, petani, pelaut, dimana kesemua kekuatan ini berperan dan saling berkaitan satu sama lainnya.

Setiap manusia memiliki kekuatan dan kelebihan yang berbeda-beda, dan setiap peluang tentunya tidak pernah ada yang sama, selalu berbeda-beda, baik jenis, waktu dan tempat. Dan potensi pada manusia itulah diberikan Tuhan agar kita bisa mengambil dan memilih setiap kesempatan dan peluang.

Pertanyaannya, maukah kita mengambil peluang dan kesempatan itu? Semuanya hanya kita yang bisa menjawabnya. Semua tergantung pada diri kita, mau atau tidak?

Akan tetapi, satu hal yang harus diingat. Tidak semua peluang dan kesempatan harus kita ambil. Kita diberi pikiran untuk memilih. 


Selama ini, nafsu telah membelenggu kita. Sehingga yang terjadi justru manusia begitu rakus dan tamak terhadap semua peluang dan kesempatan yang ada. Kita ingin mengambil semua kesempatan padahal diri kita belum tentu cocok terhadap kesempatan itu. 

Akhirnya kita pun memaksakan diri walau sadar tak mampu. Ambillah peluang (Bagianmu di muka bumi sekedarnya--Firman Allah swt--red) satu atau dua saja. Lalu, kita bersungguh-sungguhlah terhadap kesempatan yang kita pilih (Jika kamu bersungguh-sungguh pada satu hal, niscaya kamu akan menjadi ahli/pakar dibidang itu--Hadist Rasulullah saw).

Pernahkan kita melihat seekor kera? dia akan terus mengambil pisang di tandan, padahal dimulutnya masih penuh dengan pisang, ditangan kanan kirinya juga ada pisang. Tapi dia memaksa mengambil lagi. Akhirnya, pisang ditangan berjatuhan dan tidak termakan, begitu juga yang ada di mulut, sebagian terbuang sia-sia karena keinginan yang berlebih sedang kemampuan diri tidak bisa melakukan itu. Masalahnya, masih banyak kera lainnya yang juga butuh pisang itu.  

Hidup akan menjadi sinergis ketika ada balancing power (keseimbangan). Cukuplah kita ambil peluang yang benar-benar bermanfaat dan kita mampu menjalaninya dengan serius agar bermanfaat. Sehingga kita tak menjadi manusia "tong kosong nyaring bunyinya", lebih banyak mengetahui kulit daripada isinya. Banyak tahu tapi tak paham.

Biarkan sebagian peluang diambil oleh orang lain. Karena mereka juga membutuhkan kesempatan dan peluang. Mereka juga butuh kekuatan dari sebuah peluang agar dapat menjalani hidup. Agar yang kaya tidak terlalu kaya, dan yang miskin tidak terlalu miskin, sehingga kehidupan ini seimbang. 

Lihatlah apa yang dicontohkan Rasulullah saw dan para sahabat ra.hum, saat mereka berdagang. Ketika banyak pembeli datang ke tokonya, dengan santun mereka menyuruh pembeli ke toko lainnya. Karena pemilik toko sebelah juga butuh kekuatan untuk menghidupi keluarganya. Jika mereka tak mampu menghidupi keluarganya karena bangkrut, bisa jadi, mereka tak bisa bertahan dan akhirnya berbuat nekat.

Dan kita lihat sekarang, beribu ceramah dan tausiah di mesjid, koran, televisi, toh manusia yang masuk penjara semakin banyak. Setelah keluar juga tidak menjamin mereka menjadi baik. Karena mereka tidak tahu lagi harus berbuat apa. Karena semua kesempatan dan peluang telah kita ambil untuk sebuah kata: jati diri, hegemoni, kesuksesan, dan lain-lain.

Bukankah "kemiskinan itu mendekatkan pada kekufuran"

Kesempatan dan Peluang, merupakan balancing power yang dianugerahi Tuhan agar hidup ini bisa berjalan seimbang. 

Yang kaya tetap ada, yang miskin tetap ada, tapi kehidupan si miskin dan si kaya seimbang. Saling mengisi, saling membantu, dan saling menghargai.


Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

 

Community Blog

Serba Gratis | Pelatihan Menulis | Wallpaper | Tutorial | Link | Catatan

Copyright © 2010-2014 • Free Latihan • All rights reserved