Catatan Free Latihan

Samudera Ilmu




Wednesday, 19 March 2014
Ilmu pengetahuan di alam
Pengetahuan ibarat Samudera Luas yang tak terbatas
Belajarlah sesuai proses yang telah ditunjukkan alam. Janganlah belajar setengah-setengah, karena kita akan merugi. Rugi waktu, tenaga, pikiran hingga uang. Selain merugi, kita juga tak mendapatkan ilmu, kecuali kulit semata (tong kosong nyaring bunyinya). Belajar hingga tuntas sebagaimana yang telah ditunjukkan oleh orang-orang yang telah berhasil dan bersabar melaluinya.

Belajarlah dan jangan berharap pada hasil kecuali kita telah melalui seluruh proses belajar. Karena, selagi kita masih melalui proses belajar, kita tidak akan pernah mendapatkan hasil. Jika pun dipaksa, maka hasil itu hanya sekedar saja dan bersifat prematur (sementara).

Mau bukti? lihatlah yang dilalui para pembalap Moto GP. Ia akan memulai dari kelas paling rendah, lalu naik ke kelas 125, 250, 500 hingga kelas Moto GP.

Setiap tingkatan membutuhkan kerja keras, kesungguhan, pengorbanan dan kesabaran. 

Sekaya apapun kita, jika hendak meloncat dari tingkatan itu, pastilah kita tak akan mampu bertahan di tingkat yang paling tinggi. Walau kita menyogok dan membayar mahal agar bisa berlaga di tingkat atas, yakinlah, kita tak akan mendapatkan apa-apa kecuali kebanggaan semu. Karena Allah itu Maha Adil. Allah tentu akan memilih orang-orang yang telah melalui proses, bukan karbitan.

Dan, alam pun telah memberi tamsilan. Seluruh air di muka bumi ini, akan kembali bermuara ke samudera. Semua berkumpul di samudera setelah melalui proses panjang yang melelahkan. Mengalir hingga ratusan kilometer.

Sebelum mencapai samudera, air di sungai, kerap mendapat cobaan. Air sungai kerap dijadikan tempat sampah, kotoran, manusia membuang hajat di atas air sungai, membuang bangkai dan segala limbah lainnya.

Seberat apapun proses ini, harus tetap dilalui jika ingin mencapai samudera. Jika tidak, maka, kita akan berhenti dan kering. 

Setelah proses panjang itu, akhirnya air-air ini mencapai samudera. Setelah proses panjang belajar, setelah pengorbanan dicurahkan, kesungguhan, kesabaran bersatu, maka kita pun menyelesaikan proses.

Tunggulah sekejap. Saat seluruh air berkumpul di samudera luas, maka awan segera datang, mengambil seluruh intisari ilmu kita. Menjadikannya butir-butir air lalu menjatuhkannya ke seluruh alam. 

Intisari ilmu, tidak hanya kita, bahkan manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh makhluk di muka bumi ini. Tumbuhan, hewan, dan seluruh manusia mendapat manfaat dari ilmu kita. 

Secara ilmiah, awan tak pernah mampu menghasilkan air dari sungai. Karena udara tak mampu menghasilkan panas yang cukup untuk menjadikan air sungai menjadi butir-butir air hujan. Jika pun ada, jumlahnya sangat-sangat sedikit dan lebih banyak menguap karena udara panas itu sendiri (prematur). 

Begitu juga ilmu. Ilmu tak akan memberi manfaat (hasil) selagi proses belajar berlangsung (air yang mengalir). Tapi ilmu akan memberi hasil (manfaat) ketika proses telah dilalui sesuai tingkatan. 

Sayangnya, banyak dari kita, lebih memilih cara instan. Baru sebulan belajar, langsung berharap hasil yang besar. Ini tidak mungkin, karena alam sudah menujukkan caranya. Dan pastinya, Tuhan Itu Maha Adil




Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

 

Community Blog

Serba Gratis | Pelatihan Menulis | Wallpaper | Tutorial | Link | Catatan

Copyright © 2010-2014 • Free Latihan • All rights reserved