Catatan Free Latihan

Sama Berat Sama Ringan




Monday, 31 March 2014
Keseimbangan merupakan balancing power
Sama berat dan sama ringan. Inilah keseimbangan atau balancing power. Kehidupan selalu bergerak dengan imbang, tak ada satu yang lebih berat tapi satunya ringan. Namun ia akan selalu bergerak silih berganti, kadang di bawah kadang di atas, kadang senang kadang sedih.

Begitu pula dalam pekerjaan. Tidak ada satupun pekerjaan di dunia ini yang mudah atau lebih mudah dari pekerjaan lainnya. Begitu juga sebaliknya, tidak ada yang lebih berat dari pekerjaan lainnya.

Memang, secara pandangan zahir, kita selalu (hanya) melihat strata atau tingkatan. Kita menganggap menjadi buruh bangunan itu kehidupan yang paling rendah dalam strata sukses, pekerjaan bertani sangat melelahkan, bahkan tidak jarang menganggap pekerjaan mereka paling lelah. 

Sebaliknya, pekerjaan di kantor, menjadi sekretaris, menjadi direktur atau menjadi wakil perusahaan merupakan pekerjaan impian. Kita menganggap kerjanya enak, berada di ruang ber-AC, gaji jutaan rupiah, naik mobil dan lain-lain.

Padahal jelas, hidup adalah sebuah proses keseimbangan. Semakin besar tugas dan tanggungjawab, maka semakin besar pula beban yang dibebannya, bahkan, tak jarang, beban itu berhari-hari menyangkut di kepala hingga sulit untuk tidur. Karena besarnya beban dan tanggungjawab, tentu pendapatannya juga lebih besar dari seorang kuli.

Seorang kuli, tidak memiliki tanggungjawab dan beban yang besar. Ia hanya bekerja sesuai arahan dan permintaan lalu di bayar tanpa diminta pertanggungjawaban, lalu bisa beristirahat tanpa perlu memikirkan tindaklanjut pekerjaan pada esok harinya. Dalam dunia kuli, justru mandor (yang kerjanya hanya terlihat menyuruh dan jalan-jalan) memiliki beban dan tanggungjawab yang besar, karena dialah orang yang akan dimintai tanggungjawab terhadap sebuah pekerjaan. Dan beban itu semakin besar saat menjadi kontraktor. 

Begitu juga di perkantoran (perusahaan), pekerjaan officeboy tentu terlihat paling lelah dan berat. Sejak pukul 06.00 pagi harus sudah berada di kantor, membersihkan seluruh ruangan lalu mengerjaan banyak hal kecil saat jam kerja. Setelah itu kembali bekerja pada sore harinya saat pekerja lainnya sudah pulang. Satu sisi kita melihat, Direktur perusahaan justru datang sesuka hati, setiap hari dengan mudahnya menunjuk dan menyuruh karyawan lainnya. 

Secara zahir, posisi direktur adalah posisi impian dan paling dicita-citakan semua orang. Tapi kita tidak pernah berfikir, justru sang direktur kerap masuk rumah sakit, minum obat untuk menghilangkan nyeri kepala karena beban kerja dan tanggungjawab perusahaan. Karena ia tidak hanya berfikir tentang diri dan keluarganya, melainkan juga seluruh karyawan di perusahaannya, bahkan bagaimana menjalankan perusahaan agar tidak bangkrut. Belum lagi jika perusahaan itu memiliki ikatan tanggungjawab kepada pemerintah, misalnya bank, beban menjaga agar nilai mata uang tetap stabil tentu bukan perkara mudah. 

Begitu juga dalam dunia kreatif dan profesional. Seolah-olah hanya kerja "ini" yang mudah dan santai, sedangkan kerja "itu" sulit dan susah. Seolah-olah, menjadi seorang penulis itu pekerjaan yang mudah sibanding seorang seniman, seolah-olah, menjadi seorang atlit (olahragawan) lebih mudah dibanding menjadi seorang pengacara. 

Tuhan itu Maha Adil. Kehidupan selalu berjalan seimbang dan saling mengisi satu sama lainnya. tidak lebih tidak kurang. Kehidupan selalu berputar. Semua sama sulit jika dinilai berat. Semua sama ringan jika dinilai mudah.


Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

 

Community Blog

Serba Gratis | Pelatihan Menulis | Wallpaper | Tutorial | Link | Catatan

Copyright © 2010-2014 • Free Latihan • All rights reserved