Catatan Free Latihan

Jangan Takut Pada Bayangan




Wednesday, 26 March 2014
bayangan
Jangan takut pada bayangan
Bayangan, adalah siluet hitam tak nyata. Walau bentuknya telihat jelas namun tak dapat diraba dan tak dapat di sentuh. Tapi kehadirannya dapat dirasakan. 

Bayangan hanyalah pentalan objek dari cahaya maupun benda, seperti kaca dan air.

Begitu pula hidup. Ada bayangan, baik bayangan masa lalu maupun masa depan. Sayang, sebagian besar manusia memilih mundur ketika bayangan yang sesungguhnya datang menghampiri. Kita takut pada bayangan. Walau rasa takut merupakan fitrah manusia, namun bukan berarti kita harus berlari jauh.

Paling banyak adalah ketakutan pada bayangan gagal. Memang, semua orang tidak ingin gagal dalam menjalani hidup. Tidak satupun manusia ingin gagal saat menjalani bahtera rumah tangga, pendidikan maupun kegagalan dalam menjalankan bisnis. Semua kita ingin menjadi sukses dan berhasil.

Tapi kita lupa.  Keberhasilan dan kesuksesan adalah proses. Keberhasilan bukan Cumi (Cuma  Mimpi). Tapi sebuah proses yang harus mengorbankan segi-segi dalam kehidupan. Paling menyakitkan, proses ini terkadang (sering) terjadi berulang kali dengan cara yang sama maupun berbeda.

Kita takut pada kegagalan, takut merasakan sakit, tidak berani menghadapi fitnah, tidak siap kehilangan sahabat karib, dan lain-lain. Semua hanya ingin berada di posisi aman alias comfort zone.

Semua cobaan menuju sukses adalah bayangan. Ada, walau tidak pasti. Pasti walau tidak selamanya ada. Nyata walau tak terlihat. Terlihat walau terkadang tak mampu dirasa. Sangat menakutkan. Bayangan ini ibarat angin. Terasa di kulit tapi tak terlihat oleh mata.

Lihatlah proses pembuatan batu bata. Setelah tanah liat diambil, ia harus diinjak berkali-kali oleh manusia dan hewan. Terkadang prosesnya berhari-hari. Setelah itu, tanah liat diangkat dan di cetak. Saat proses cetak, lagi-lagi ia di banting keras-keras kedalam cetakan. Bahkan, jika salah, kembali dibanting dan dicetak lagi sambil diberi pasir, sebelum akhirnya di potong oleh kawat atau pisau khusus. Setelah itu di jemur dua sampai tiga hari.

Ketiga poses itu belumlah seberapa. Ketika batubata kering, maka harus dibakar dengan api yang sangat panas sepanjang malam. Bahkan, tidak jarang, proses ini memakan waktu dua malam guna menghasilkan batubata yang sempurna. Setelah itu ia pun menjadi berharga dan dijual untuk kebutuhan membangun gedung dan lain-lain.

Bayangkan, seandainya tanah liat itu kita, manusia. Betapa sakitnya proses yang harus kita lalui agar menjadi berharga dan bisa bermanfaat?

Jika kita melihat poses itu, tentu tidak ada manusia yang mau. Tapi, masalahnya, harga diri dan kemuliaan itu hanya bisa didapat melalui proses yang panjang.  Banyak jalan yang harus ditempuh secara ‘berdarah-darah’.

Kita semua memiliki mimpi yang sama, menjadi manusia yang sukses dan terpandang (mulia) dihadapan manusia lainnya. Bagaimana mungkin kita mendapatkannya jika kita takut pada “bayangan” tersebut.

Proses menuju sukses diibaratkan seperti kita melewati batu. Banyak batu, mulai dari batu gunung, batu tebing laut, batu koral dan berbagai jenis batu lainnya di dunia ini.

Hari pertama kita harus melewati batu gunung. Ternyata kaki kita terluka dan berdarah karena terbentur batu saat melompat. Maka, obatilah luka itu dan perbanlah agar tak lagi mengeluarkan darah. Setelah baik, maka coba lagi melewati batu itu. Jika masih gagal dan terluka, kembali obati dan berlatih dengan batu yang kecil sebelum melompati batu gunung yang besar. Berlatih dan belatih. Lalu lompatlah pasti berhasil. Karena, beberapa kegagalan sebelumnya telah membuat anda belajar bagaimana cara yang mudah melewati batu dan berusaha agar tak terluka.

Ketika batu gunung telah telewati, ternyata kita dihadapkan pada batu-batu coral yang cadas dan tajam. Bahkan ukurannya lebih besar dari batu sebelumnya. Saat itu kita kembali gagal dan terluka. Bahkan lukanya lebih parah saat melompat batu gunung. Maka, sembuhkanlah luka itu terlebih dahulu, lalu tutup luka itu aga tak lagi mengeluarkan darah. Setelah itu, coba kembali melompati batu coral tadi. Ternyata kita masih gagal dan lagi-lagi menyebabkan luka dibagian kaki lainnya. Kembalilah mengobati luka itu, dan berlatih secara perlahan dengan menggunakan akal dan pikiran yang diberikan Tuhan kepada kita. Kegagalan-kegagalan sebelumnya menjadi pemikiran kita untuk memperbaikinya. Akhirnya, kita pun mampu melewati batu itu setelah berulangkali berlatih dan belajar.

Ketika hendak melewati batu-batu lainnya, pengalaman-pengalaman saat meloncat batu sebelumnya, membuat kita lebih berhati-hati dan menyiapkan segala kekuatan dan energi. Memang, lagi-lagi, kita terluka tapi bersabarlah dan terus berlatih.

Akhirnya, 10, 20, 30…, 100 batu pun telah kita lewati dengan “berdarah-darah”. Dan kita faham (bukan tahu, percaya atau pun yakin). faham bagaimana cara melompat, faham tehnik yang digunakan pada batu yang berbeda, baik besar maupun ukurannya, bagaimana sakitnya saat kaki terbentur batu, bagaimana mengobati luka. Dan kita faham, kesuksesan untuk melewati batu-batu itu tak dapat ditempuh semalam. Melainkan membutuhkan waktu yang lama. Karena, sering sekali angin (cobaan) datang mengganggu hati untuk berhenti mencoba dan terus berlatih.

Setelah proses ini, Anda pun menjadi ahli (pakar) yang sesungguhnya dalam bidang melewati batu (sampel, pakar pertanian, kedokteran, politik, dan lain-lain). Bukan pakar karbitan, bukan pakar kemarin sore, bukan pakar prematur. bukan pakar yang hanya tahu kulitnya saja (tong kosong nyaring bunyinya). Bukan pakar yang hanya tahu, yakin dan percaya, melainkan pakar yang benar-benar faham dan mengerti.

Anggaplah sakitnya perjuangan menuju keberhasilan sebagai bayangan. Jangan takut pada bayangan, tapi cobalah dan hadapi bayangan itu dengan keyakinan, semangat dan komitmen untuk menyelesaikan semua proses. Karena Allah bersama orang-orang yang berjuang (belajar dengan sungguh-sungguh). Karena, Allah Itu Maha Adil.


Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

 

Community Blog

Serba Gratis | Pelatihan Menulis | Wallpaper | Tutorial | Link | Catatan

Copyright © 2010-2014 • Free Latihan • All rights reserved