Catatan Free Latihan

Hidup Seperti Air Mengalir (Bukan)




Wednesday, 19 March 2014
Ibarat air mengalir
Hidup Seperti Air Mengalir
Bukan seperti air yang mengalir. Sejenak kita renungkan, bahwa kehidupan layaknya air yang mengalir. Ada naik dan ada turun. Kadang tenang, kadang beriak dan bergelombang. Dari hulu selalu menuju ke hilir, yang senantiasa bergerak dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah.

Kita melihat dan mengikuti arah gerak laju air, bukan semata indahnya menuju hulu sampai ke hilir. Di tengah-tengah perjalanan, air bisa masuk ke sungai, masuk ke selokan, masuk ke got, dan masuk ke mana pun karena selalu mengikuti arah tempat lajunya. Jika air berubah menjadi air bah, maka akan merusak dinding-dinding dan seluruh objek yang dilaluinya. Ini karena tujuannya adalah mengikuti arus.

Hidup ini jangan seperti air yang mengalir. Karena hidup bukan semata harus mengalir seperti air, yang selalu bergerak dari atas ke bawah, dan hanya bersandar kepada tempat-tempat di mana ia lalui. 

Kita adalah objek penentu dari gerak gelombang hidup kita sendiri. Kita harus melihat realitas sebenarnya (really existing things) dalam bongkah kesadaran di antara distingsi penampakan (what things seems to be) dan realitas (what they are).

Eksistensi kita merupakan kesatuan “tingkat-tingkat eksistensi” di mana kita mempunyai kekuatan hidup seperti tumbuhan, kesadaran seperti binatang dan Kesadaran yang tidak hanya sadar akan kesadarannya akan tetapi juga sadar untuk menelaah pemikirannya. 

Kita adalah nahkoda dan penentu bagi kehidupan kita sendiri. Segala sesuatu yang kita lakukan secara optimis dan kerja keras akan membuahkan hasil sesuai dengan cita-cita yang kita inginkan. Di sinilah, kesadaran kita harus mulai dibuka (open mind) dan mulai mengambil pelajaran penting dari tiap hikmah yang kita dapatkan.

Jika kita membiarkan hidup kita seperti air mengalir, maka, kelak, suatu saat, kita juga menjadi sosok yang mudah terbawa arus. Manusia yang mudah diwarnai oleh kondisi kehidupan. Kita tak berani memilih jalan untuk sebuah perubahan, merubah jalan menjadi kebaikan. Karena kita tak mampu mengenali diri kita sendiri.

Haruskah kita selalu hidup rendah, sedangkan kita bisa berdiri dan terbang jauh ke angkasa. Haruskah kita membiarkan kehidupan ini membunuh potensi kita?

Berbeda halnya prinsip air mengalir saat menuntut ilmu. Prinsip air mengalir merupakan sebuah sampel kehidupan yang harus kita pahami. Di sini, ada sebuah pelajaran bagi kita untuk bertahan dan bersabar saat menuntut ilmu hingga meraih hasil dari ilmu tersebut. 

Dan hidup merupakan perjuangan panjang. Butuh Sebuah pengorbanan dan kesungguhan. Hidup tidaklah statis seperti air mengalir, namun dinamis, kadang di atas, kadang di bawah. Sedang air mengalir, selalu menuju ke bawah (yang lebih rendah). 

4 comments:

  1. Makasih artikel nya sangat membangun

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. Thx gan.. artikel nya menginspirasi

    ReplyDelete
  4. terimakasiih,,, sangan menginsfirasi,,, :)

    ReplyDelete

 

Community Blog

Serba Gratis | Pelatihan Menulis | Wallpaper | Tutorial | Link | Catatan

Copyright © 2010-2014 • Free Latihan • All rights reserved