Catatan Free Latihan

Curhatlah tapi Jangan “ember”




Monday, 24 March 2014
penyebab bunuh diri
Belajar Mencari Solusi
Mengapa harus curhat atau berbagi cerita tentang kehidupan dan segala permasalahannya? Sebenarnya, salah satu sifat manusia adalah berkeluh kesah sebagaimana yang telah dikatakan Allah swt di dalam Quran. 

Nah, daripada berkeluh kesah dan selalu mengumbar kesusahan hidup, bukankah lebih baik menceritakan segala masalah itu. Selain kepada Tuhan, tentunya kepada manusia. 

Kita bisa curhat kepada orang lain. Terserah kepada siapa kita berbagi (curhat). Boleh kepada orangtua, adik, kakak, sahabat karib maupun orang lain (yang kita percaya). 

Untuk urusan curhat ini, kita memang harus memilih-milih. Jika tidak, justru kita akan menjadi “ember” dan membeberkan segala permasalahan kita. Jika tidak hati-hati, bukannya menyelesaikan masalah, melainkan menambah masalah. Apalagi, tidak sedikit dari masalah yang kita hadapi merupakan aib yang harus dijaga dan di “tutup” rapat-rapat. 

Lagi. Mengapa harus curhat atau berbagi cerita tentang kehidupan ini?

Manusia adalah makhluk sosial yang berada saling berdampingan dengan manusia lainnya. Tak ada manusia yang bisa hidup sendiri. Jika ada orang mengaku tidak membutuhkan orang lain dalam hidupnya, sebenarnya dirinya sudah berbohong. 

Karena, setiap detik dari hidupnya selalu bergantung pada manusia lain. Mau bukti? dari mana kita dapat makanan? Nasi, sayuran, uang bahkan alat untuk memasak. Siapa yang membuat? Pastinya bukan dirinya melainkan orang lain. Termasuk pakaian yang dipakai, rumah yang ditempati, semuanya membutuhkan kerja orang lain. 

Jika masih berkeras, coba tanyakan, apakah manusia bisa hidup seorang diri di hutan belantara? 

Lagi. Mengapa harus curhat atau berbagi cerita tentang kehidupan dan segala permasalahannya? 

Masalah dalam kehidupan merupakan sebuah proses (keseimbangan). Ia akan selalu ada, baik senang maupun susah, baik kaya maupun miskin. Semua manusia akan mengalami proses ini. 

Permasalahannya, setiap manusia memiliki kemampuan, kekuatan dan ketahanan yang berbeda dalam menghadapi masalah. Akan tetapi, walau begitu, sekuat apapun kekuatan dan ketahanan kita, jika tidak segera diselesaikan tetap akan menjadi penyakit (dalam artifisial yang sesungguhnya) dan beban.

Akhirnya, hidup menjadi tertekan. Perasaan susah, gelisah (galau) pun melanda berhari-hari. Tekanan masalah yang terus membekap benar-benar menjadi “alat pembunuh” yang paling ampuh. Tak mengherankan, banyak orang berbuat nekat. Mulai dari bunuh diri hingga membunuh orang lain, baik secara langsung maupun tidak.

Kejahatan di muka bumi ini terjadi karena tekanan yang terlalu berat, tekanan dari masalah yang dihadapi. Kebanyakan kita malu untuk berbagi (curhat) kepada orang lain, akhirnya masalah tak pernah selesai dan justru semakin menjadi-jadi. stres pun datang, depresi dan tidak sedikit pula yang harus mendekam di rumah sakit jiwa. 

Pernahkah kita berpikir, sebenarnya tekanan (masalah) itu harus dikeluarkan agar menjadi lebih longgar. Ibarat tas yang terlalu padat dan terisi penuh oleh barang. Jika dibiarkan terus menerus, tekanan dari barang-barang di dalam tas itu akan merusak tas. Jahitan-jahitan mulai lepas hingga robek. 

Sama halnya balon. Walau elastis, balon tetap memiliki kapasitas untuk menampung udara. Jika udara dipaksakan dan dibiarkan terus masuk dalam balon, DUARRR…!!! Akhirnya pecah juga. 

Begitu juga dengan manusia. Tentu memiliki kekuatan dan kapasitas terbatas. Karena itu berbagilah dan curhatlah kepada orang-orang yang kita percaya (untuk menjaga rahasia dari masalah yang kita hadapi). 

Curhat dan jangan malu, bahkan, jika ingin menangis, menangislah sepuas-puasnya saat anda curhat. Agar urat syaraf menjadi kendor, sehingga aliran darah lebih lancar mengalir dan udara pun masuk sempurna.

Buanglah rasa malu saat curhat. Karena, bagaimanapun hidup harus tetap berjalan. Curhatlah dengan sungguh-sungguh, jangan ada yang disempunyikan. Dan setelah itu, rasakan apa yang anda pikirkan. 

Sebenarnya, ada beberapa point yang harus kita pahami saat curhat.

Pertama, terkadang, masalah itu bisa diselesaikan hanya melalui bicara (curhat) tanpa perlu penyelesaian dengan tindakan. 

Kedua, terkadang, masalah itu hanya dapat diselesaikan oleh orang lain, tidak bisa diselesaikan oleh diri kita sendiri. Dengan curhat, pasti orang yang mendengarkan masalah kita itu bisa langsung menyelesaikan dengan tindakannya sendiri. 

Ketiga, terkadang, masalah itu hanya ditemui penyelesaiannya dengan bantuan orang lain melalui solusi. Solusi itulah menjadi kunci kita untuk menyelesaikan semua permasalah yang kita hadapi. 

Nah, jika tidak dibicarakan (curhat) dan kita membiarkan masalah itu dalam pikiran kita sendiri, bagaimana masalah dapat di selesaikan. Ibarat mobil rusak, jika kita tidak mampu memperbaikinya sendiri, tentu kita minta bantuan orang lain. Jika orang lain juga tidak mampu, tentu kita akan membawanya kepada ahlinya, yaitu montir di bengkel. 

Jika tidak diselesaikan, mobil akan terus teronggok di garasi rumah, lama-kelamaan berkarat dan akhirnya tidak bisa dipakai lagi. Jika masih bisa diperbaiki di bengkel masih mending. Tapi tidak jarang bomil itu benar-benar menjadi besi tua dan terpaksa di hancurkan dan besinya dijual kiloan jika masih laku. 

Begitu juga manusia. Jika tidak segera menyelesaikan masalahnya, lama-lama semakin tertekan dan akhirnya stress, depresi hingga terpaksa masuk rumah sakit jiwa. Itu masih mending. Banyak manusia harus menyelesaikan masalahnya dengan bunuh diri. Nauzubillah. 

Berbagilah dna curhatlah. Jangan malu, karena setiap kita memiliki masalah. Tidak ada manusia dimuka bumi ini hidup tanpa masalah (cobaan). Lihat saja, Rasulullah saw pun saat hidupnya kerap menghadapi masalah. 

Karena, dalam menjalani kehidupan ini, manusia saling mengisi satu sama lainnya. 

Karena, dunia ini memiliki keseimbangan. Bahagia-sedih, kaya-miskin, sehat-sakit, dan lain-lain. 

Dan bagi umat muslim, tentu, finalnya, tetap di tangan Allah swt. Karena itu serahkan dan berpasrahlah kepada sang Khalik dengan tetap menyelesaikan masalah itu satu persatu, perlahan-lahan dan sabar dalam menyelesaikannya. 

Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

 

Community Blog

Serba Gratis | Pelatihan Menulis | Wallpaper | Tutorial | Link | Catatan

Copyright © 2010-2014 • Free Latihan • All rights reserved