Catatan Free Latihan

Keresahan Saat Menulis




Friday, 31 January 2014
Menulis, mungkin sebuah pekerjaan yang mudah dan ringan. Terkesan sepele. Apalagi, jika sebuah tulisan hanya berupa plagiat (copy paste, mencontek, nyeplak), tentu sangat mudah dan tidak harus memeras keringat dan memutar otak hingga duduk berjam-jam didepan meja.
Akan tetapi, keresahan itu hadir, saat kita mencoba menulis dari “nol”. Rasa bingung, penat, galau dan suntuk secara tiba-tiba menyerbu benak dan pikiran. Lembar-lembar halaman buku, ribuan kata-kata, sering dengan “sengaja” kita buang atau didelete dari komputer.
Mengapa hal itu kita lakukan? tidak lain karena kita merasa tulisan tersebut tidak layak untuk dibaca, sangat buruk untuk dikatakan sebagai sebuah tulisan.
Kekesalan ini, sering sekali berimbas kepada “kemalasan” dan “kebosanan” akibat merasa gagal dan tidak mampu. Fatal!
Berdasarkan pengalaman penulis-penulis sukses di dunia, hasil jerih payah otak yang mereka tuangkan dalam secarik kertas, menjadi mutiara yang harus tetap disimpan. Terlalu mahal untuk dibuang begitu saja.
Keringat, pikiran serta tenaga yang tercurah saat menulis adalah sebuah pengorbanan yang tidak semestinya dibuang begitu saja.
Tindakan ini akan menjadi sia-sia dan percuma. Karena, mutiara-mutiara hasil pemikiran yang telah tertulis itu, suatu hari nanti akan sangat dibutuhkan dan diperlukan. Jika kita membuang mutiara yang terkadang hadir disaat moment-moment tak tersangka itu, adalah sebuah ide-ide cemerlang dari isi otak kita.
Mengapa demikian?
Karena, bisa jadi, hari ini tulisan kita yang masih “bau kencur” itu belum bermanfaat dan tidak sesuai moment. Namun, ketika moment itu hadir, tentu mutiara yang telah kita hasilkan bisa kita buka kembali dan di publish untuk berbagai kepentingan.
Moment-moment penting tidak akan terjadi berulang untuk kedua-kalinya. Pun, bila terjadi berulangkali, belum tentu jalan pemikiran kita masih sama seperti saat awal tulisan dibuat. Tentu, tulisan yang kita delete, tulisan yang kita buang, akan menjadi abu dan sia-sia.
Biarkanlah keresahan, kegalauan saat menulis itu hadir. Karena, tanpa sadar, kegalauan dan keresahan saat menulis, adalah sebuah metamorfosa yang akan membimbing pikiran menjadi “matang” untuk melahirkan tulisan-tulisan  yang lebih baik.
Keresahan dan kegalauan merupakan arena bagi kita sebagai penulis.
So, menulislah. Biarlah mutiara yang bersemayam didalam pikiran terburai menjadi untaian kata, menjadi barisan huruf bermakna. Jangan mudah menyerah, dengan membuang semua mutiara itu. Moment-moment yang tertuang dalam tulisan, suatu saat akan menjadi “hits”.
Nah, disaat itulah mutiara yang kita “anggap” tidak layak itu bisa dikeluarkan. surprise!
Satu hal yang pasti. Penilaian baik buruknya sebuah tulisan, bukanlah dalam kacamata pribadi saja. Akan tetapi, penilaian akan datang dari orang lain, yang telah membaca mutiara yang kita hasilkan.
Penulis: Martha Andival
Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

 

Community Blog

Serba Gratis | Pelatihan Menulis | Wallpaper | Tutorial | Link | Catatan

Copyright © 2010-2014 • Free Latihan • All rights reserved