Catatan Free Latihan

Wawancara Anak Punk Aceh




Thursday, 24 October 2013


PUNK BUKAN KRIMINAL Berpenampilan eksentrik dengan rambut ala rocker, bertato, bertindik, dan memiliki cuping telinga yang bolong serta baju yang penuh gambar-gambar khas anti kemapanan membuat penampilan Punk terlihat aneh di mata masyarakat Aceh yang kental dengan syariat Islam. Berbagai pandangan miring pun ditujukan kepada mereka. Tak jarang mereka dituduh sebagai pembuat onar, pelaku seks bebas dan tindak kriminal. Namun, benarkah penampilan mereka seseram tingkah laku mereka? Berikut wawancara dengan Yudi Bolong, salah satu anggota komunitas Punk Aceh, Awal Juli 2013 silam.

Sejak kapan gabung dengan komunitas Punk ini?
Sejak tahun 2000. Waktu itu umur saya masih 13 tahun, kira-kira seumuran anak SMP kelas IX. Jadi sudah sekitar 13 tahunanlah.

Kok bisa  tertarik dengan Punk?
Cerita bagaimana saya bisa masuk ke komunitas ini sangat panjang. Tetapi yang jelas, alasan utamanya adalah karena ideologi Punk itu sendiri. Ideologi bagaimana kita bisa menjalani hidup yang lebih baik.

Informasi tentang Punk didapat darimana?
Oh, dulu tidak semudah sekarang jika ingin menjadi Punk. Kalau sekarang kita sudah bisa mencari tahu melalui internet, browsing-browsing juga mudah. Kalau dulu hanya ada MIRC. Kalau orang lain bilang, MIRC itu malam ini kami chatting lagi. Yah seperti chatting-chatting sekarang, tetapi dulu tidak ada foto. Kalau mau sharing-sharing biasanya ada zines. Zines ini sejenis tabloid yang berisi tentang informasi-informasi yang menceritakan tentang Punk. Hanya saja zines ini kita buat secara mandiri. Kita tidak terlibat dengan sistem kapitalis.

Selanjutnya..?
Awalnya, saya hanya melihat-lihat saja. Mereka itu ngapain sih? Dulunya saya juga berpikir bahwa Punk itu hanya sekedar style saja, hanya sekedar gaya-gayaan atau tampilan saja. Lalu saya masuk dan mencari tahu. Dulu kita sering duduk-duduk dengan anak-anak sospol dan aktivis-aktivis kampus, bisa dibilang dengan anak-anak ekstrim kirilah. Kita ngobrol, membahas ini itu, barulah saya tahu. Oh, ternyata begini sebenarnya Punk.

Kalau boleh tahu apa sih tujuan Punk?
Tujuannya adalah memerdekakan diri kita dan setelah itu memerdekakan masyarakat. Kita tidak ingin terikat dengan instansi-instansi baik pemerintahan maupun swasta. Jika terikat dengan instansi mana pun kita tidak akan bebas.

Apakah orangtua setuju Anda menjadi anggota Punk?
Kalau orangtua sih, 6 tahun juga tidak setuju saya menjadi Punk. Setelah 6 tahun barulah mereka bisa menerima karena mereka melihat bahwa selama menjadi Punk saya tidak pernah terlibat dengan kasus kriminal dan hal-hal yang membuat malu keluarga. Kalau bisa dibilang saya hanya mempermalukan diri sendiri dengan bertato dan sebagainya tetapi tidak merugikan orang lain. Kalau sekarang yah, orangtua mau bilang bagaimana lagi. Namanya saja anak, mana ada mantan anak.

Punk sering jalan-jalanlah ya?
Iya jalan-jalan, tetapi punya tujuan juga. Contohnya kita sering bertukar kreativitas juga dengan anak-anak luar. Kita memperkenalkan hasil kreativitas Punk Aceh dan mereka memperkenalkan hasil kreativitas mereka, lalu barter. Contohnya saja baju-baju ini (sembari menunjukkan baju yang ia pakai). Ini sablonan Jakarta, kalau sablonan sendiri baju mereka itu (sembari menunjuk baju teman).

Apakah ada perbedaan antara Punk di Aceh dengan Punk daerah lainnya?
Sebenarnya sama, hanya saja ada perbedaan ideologi. Kalau di luarkan terkesan bebas. Misalnya laki-laki dan perempuan bukan muhrim rangkul-rangkulan itu tidak masalah. Tetapi di sini kan tidak. Ada syariat dan tata karma yang harus dijaga sehingga kita juga menyesuaikan diri dengan lingkungan dan tata karma yang ada.

Kegiatan apa saja yang dilakukan oleh Punk di Aceh ini?
Kalau kegiatan sih sebenarnya banyak, tetapi karena masyarakat sudah tidak percaya kepada kami yah kami berjalan apa adanya saja. Sebelumnya kami sering melakukan kegiatan-kegiatan yang bisa membantu masyarakat seperti membantu korban bencana alam dan sebagainya. Tetapi, seperti Illiza tanyakan, apa sih yang pernah kalian lakukan? Dia tidak pernah tahu bahwa kami sudah melakukan penggalangan dana untuk korban-korban bencana seperti di Mentawai, Jogja, Tangse, dan Padang. Memang hanya yang di Tangse yang kami antar sendiri. Selain itu ada juga acara foot not boms. Foot not boms ini adalah kegiatan membagikan makanan untuk masyarakat kecil. Kegiatan ini sudah 3 kali kami lakukan. Kalau kegiatan harian kami biasanya nyablon, buat tato, dan sebagainya.

Berapa jumlah seluruh anggota Punk di Aceh?
Jumlah seluruh Punk di Aceh tidak mencapai 50 orang. Kalau di Banda Aceh sendiri jumlahnya juga tidak mencapai 20 orang. Jadi kalau melihat ada anak yang stylenya seperti Punk itu perlu ditanyakan apakah benar dia Punk atau bukan. Jangan dilihat dari penampilan. Jika dipersentasekan jumlah anak yang benar-benar Punk di Aceh itu hanya 30%. Selebihnya, yaitu 70% bukan Punk tetapi hanya mengikuti style Punk. Jadi terkadang mereka yang berbuat onar tetapi Punk yang terkena imbasnya.

Lalu, bagaimana perasaan Anda terhadap orang yang mengaku-ngaku Punk atau ber-style seperti Punk?
Sebenarnya saya kesal juga, tetapi kalau mereka sudah bilang ini kebebasan aku, yah kami bisa bilang apa lagi. Seperti yang di Blang Bintang kemarin ada yang kedapatan free sex dan mengatasnamakan Punk padahal kami tidak tahu apa-apa. Ada lagi kejadian di jembatan dekat Pante Pirak katanya Punk membacok orang padahal kami tidak pernah membacok orang. Belum lagi yang ditangkap di Darussalam dan Ujung Batee katanya Punk padahal bukan kami.

Jika ada yang melakukan tindakan kriminal apakah ada sanksi dari komunitas?
Ada. Sanksinya bermacam-macam. Ada yang rambutnya dipotong, dibenyokin, dan jika kupingnya bolong juga ada yang diputusin. Akan tetapi, sanksi memutuskan kuping hanya dilakukan apabila kesalahan yang dilakukan sudah fatal sekali atau sudah berkali-kali dilakukan. Kalau baru sekali ya udah, paling disuruh pulang ke kempungnya dan di kampungnya pasti dihajar lagi sama orang kampung. Kan gitu? Makanya, jika ada orang yang bergaya seperti Punk tetapi bukan Punk, jika ditanyakan mengenai pemikiran, mereka pasti tidak bisa menjawab apa-apa. Kalau pun berbicara banyak yang tidak benarnya alias botol kosong. Kalau Punk kan punya ideologi.

Sebenarnya apa ideologi Punk?
Ideologi Punk adalah anarki. Anarki itu berasal dari kata anarko, bahasa Yunani. a artinya ‘tanpa’ narki artinya ‘penguasa’. Jadi ideologi Punk itu  tanpa penguasa. Tetapi, di Indonesia anarki itu sudah diterjemahkan sebagai tindak kekerasan sehingga dianggap sebagai ancaman. Makanya pemerintah Aceh menentang Punk sebab jika mereka mengedepankan ideologi kami itu sama artinya dengan membantu kami.

Selama ini pemerintah Aceh menentang adanya Punk, Bagaimana teman-teman menyikapinya?
Biarkan mereka melakukan apa yang mereka suka. Yang jelas kami mau membuktikan bahwa kami tetap ada dan akan tetap ada meskipun mereka menginginkan kami tiada. 

Masyarakat masih banyak berpikir negatif terhadap Punk. Tanggapan Anda?
Ya sudah. Terserah mereka mau berpikir atau berkata apa dan mau memvonis apa. Yang jelas kami akan tetap bertahan dengan apa yang kami jalani saat ini. Jika ada masyarakat yang bilang ini itu paling kami hanya bilang ini hidupku bukan hidupmu. Jadi, ini yang aku rasakan dan ini yang aku lakukan, toh kamu juga tidak bisa merasakan saat aku jatuh, kamu hanya bisa ngomong-ngomong saja.

Pemerintah pernah membantu?
Kami tidak mengharapkan bantuan apa-apa. Janji-janji yang diberikan kepada kami memang cukup banyak, misalnya ketika kami keluar dari Seulawah, mereka pernah berjanji  “Kami akan membuat sebuah rumah kreativitas atau wadah untuk tempat kalian beraktivitas” tetapi nyatanya? Sampai sekarang juga tidak ada. Irwandi dulu juga pernah mau mengasih bantuan untuk usaha tetapi yang diberikan hanya uang pertama untuk minum-minum saja sebesar RP 500.000. Ia menyuruh kami membuat proposal. Sudah dibuat tetapi hasilnya tidak ada.

Jika ada yang memberikan bantuan bagaimana?
Kalau ada kami diskusikan dulu sama kawan-kawan. Saya tidak bisa mengambil keputusan juga. Tetapi kalau ada sepertinya kami tidak mau menerimanya. Kami mau membuktikan bahwa meskipun tanpa dibantu kami juga bisa karena prinsip kami be a way, be your self.

Menurut Anda, bagaimana penerapan syariat Islam di Aceh?
Menurut saya, perhatikan langkah sendiri dulu, baru kemudian membenarkan langkah orang lain. Kita sebenarnya setuju dengan syariat Islam jika syariat Islam tersebut dijalankan dengan sebenar-benarnya. Akan tetapi, jika melihat fakta sekarang saya tidak setuju dengan penerapan syariat Islam karena ujung-ujungnya adalah kemunafikan.

Apa harapan Anda untuk pemerintah Aceh?
Tolong hargai perbedaan sebab perbedaan itu indah. Kemarin Vihara di Simpang Lima di obrak-abrik. Tidak tahu siapa pelakunya. Nah, apa di Aceh ini setelah konflik lama mau dimunculkan konflik SARA lagi? Perbedaan suku, bangsa, dan agama itu tolonglah dihargai.

Nah, tidak lama lagi kita sudah memasuki bulan Ramadhan. Apa Punk akan mengadakan acara khusus di bulan ramadhan ini?
Sebenarnya program-program menyambut Ramadhan ada, tetapi belum kami diskusikan. Kalau dulu ketika bulan puasa kami sering melakukan buka bareng sesama Punk. Selain itu, kami juga pernah mengadakan acara foot not boms, yaitu membagikan makan kepada masyarakat kecil.

Apa rencana Punk ke depannya?
Kami sebenarnya bercita-cita untuk membuat rumah kreativitas sekaligus tempat record sebagai wadah menampung aspirasi kami, sehingga kami bisa menetap. Namun, ini masih planning.


Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

 

Community Blog

Serba Gratis | Pelatihan Menulis | Wallpaper | Tutorial | Link | Catatan

Copyright © 2010-2014 • Free Latihan • All rights reserved